Saat ini, kendaraan udara tak berawak tidak hanya menunjukkan keahliannya di bidang patroli lalu lintas, pemetaan medan, konservasi air lahan pertanian, tetapi juga terus-menerus memicu "panas penerbangan" dan "panas fotografi udara" di antara para penggemar individu. Namun, masalah-masalah yang timbul juga menjadi semakin menonjol: insiden pesawat tak dikenal yang menerobos ke daerah kritis dan sensitif, mengganggu penerbangan normal pesawat sipil, dan membocorkan rahasia pertahanan nasional dari fotografi udara semakin meningkat.
一, Apa itu "penerbangan hitam"
"Penerbangan hitam" mengacu pada beberapa penerbangan tanpa lisensi pilot pribadi atau pesawat tidak teridentifikasi secara hukum. Di negara kita, penerbangan apa pun tanpa izin dari manajemen penerbangan dan departemen terkait lainnya tidak diperbolehkan, dan keadaannya serius, akan menanggung tanggung jawab hukum yang sesuai, dan bahkan dihukum secara pidana.
2. Bahaya “terbang hitam”
1. Ancaman terhadap keamanan militer. Jenis pesawat terbang rendah semakin beragam, dan karakteristik drone adalah kecil, cepat, dan spiritual, yang sulit ditemukan melalui cara tradisional. Ada juga beberapa pesawat sederhana, seperti payung bertenaga, balon udara, dll., dengan kemampuan navigasi dan komunikasi otonom yang lemah, mudah menyimpang dari rute dan wilayah udara yang dijadwalkan. Begitu menerobos wilayah udara di atas target penting, kemungkinan besar akan membahayakan keselamatan target. Bahkan menyebabkan dampak serius.
2. Potensi ancaman teroris. Kendaraan udara nirawak sendiri memiliki muatan tertentu, sedikit modifikasi dapat menjadi senjata ofensif, kendaraan udara nirawak, seperti pengawasan yang tidak memadai, akan menimbulkan ancaman langsung atau potensial terhadap keamanan pertahanan udara nasional, keamanan target penting, keamanan kerahasiaan.
3. Melanggar keamanan darat. Penerbangan UAV mudah terpengaruh oleh gangguan lingkungan elektromagnetik yang kompleks, dan sangat mungkin kehilangan kendali selama penerbangan, yang menyebabkan kecelakaan keselamatan dan bahkan berdampak serius pada keselamatan publik.
4. Mengganggu ketertiban penerbangan. UAV sipil sebagian besar terbuat dari bahan non-logam, berukuran kecil, tinggi rendah, kecepatan lambat, dan sulit dideteksi serta dihindari oleh pesawat sipil, sehingga sangat mengganggu rute penerbangan sipil.
3. Pelajaran dari "Penerbangan Hitam"
【 Kasus umum 】
Mengemudikan pesawat tak berawak untuk mengganggu rute penerbangan, mengganggu aktivitas penerbangan militer dan sipil, dan bahkan menimbulkan banyak korban.
Pada bulan Mei 2017, Bandara Chongqing Jiangbei terganggu oleh pesawat tak berawak selama hampir empat jam, menyebabkan lebih dari 140 penerbangan gagal lepas landas dan mendarat secara normal, mengakibatkan penundaan dan terlantarnya puluhan ribu penumpang.
Pada bulan Agustus 2017, setelah gempa bumi Jiuzhaigou di provinsi Sichuan, aktivitas pesawat nirawak ilegal secara serius mengganggu rute bantuan bencana Angkatan Udara. Fenomena "penerbangan hitam" UAV telah secara serius mengancam keselamatan publik, keselamatan penerbangan, dan bahkan keselamatan pertahanan udara, dan fenomena "penerbangan hitam" tanpa rencana penerbangan telah menyebabkan risiko keamanan yang besar.
4. Jauhi Lalat Hitam
Mengingat fenomena "penerbangan gelap" pesawat tanpa awak, kita harus memberi perhatian besar terhadapnya, memperkuat koordinasi militer dan lokal, dan mengendalikan "penerbangan gelap" tanpa penundaan. Setiap aktivitas penerbangan udara harus didasarkan pada premis untuk memastikan keamanan pertahanan udara nasional, keselamatan publik, dan keselamatan pribadi.