Pengenalan prinsip pengacauan UAV dan sistem pengacauan elektromagnetik

Jul 03, 2024

Leave a message

Teknologi pengacauan UAV menggunakan interferensi frekuensi radio untuk memblokir komunikasi UAV dan mewujudkan kegagalan kontrol. Pengacauan elektromagnetik, pengacauan GPS, perisai sinyal, dan pengacauan optik memiliki karakteristiknya sendiri. Sistem interferensi elektromagnetik dirancang untuk memaksimalkan efek interferensi dan memastikan manajemen dan privasi UAV yang aman. Saat ini, cara utama untuk mencegat drone adalah sistem pengacauan energi non-kinetik, yang umumnya dikenal sebagai sistem pengacauan frekuensi radio, yang terutama menggunakan frekuensi radio untuk mengganggu dan memblokir tautan kontrol dan komunikasi atau tautan komunikasi satelit antara drone dan operator, sehingga drone tidak dapat terus terbang ke target, baik mendarat, atau memulai mode "kembali ke titik awal" untuk terbang kembali.

 

I. Tinjauan Umum Interferensi UAV
Teknologi pengacauan UAV merupakan salah satu cara teknis untuk pengendalian dan pengacauan sistem UAV yang efektif. Dengan meluasnya penggunaan UAV di bidang sipil dan militer, masalah keamanan, privasi, dan kerahasiaannya menjadi semakin menonjol, dan pengembangan serta penerapan teknologi pengacauan UAV menjadi sangat penting. Tujuan utama teknologi pengacauan UAV adalah membuat UAV kehilangan kendali, kemampuan posisi, atau kemampuan komunikasi melalui peralatan atau metode pengacauan tertentu, sehingga dapat mencegah penerbangan normal UAV atau melakukan tugas.

 

2. Prinsip interferensi elektromagnetik
Interferensi elektromagnetik (EMI) adalah fenomena elektromagnetik yang menurunkan, merusak, atau menghalangi kinerja perangkat elektronik. Dalam interferensi UAV, interferensi elektromagnetik terutama mengganggu sinyal kontrol atau sinyal komunikasi UAV dengan mentransmisikan gelombang elektromagnetik dalam pita frekuensi yang sama dengan komunikasi UAV, sehingga UAV tidak dapat menerima instruksi dengan benar atau menjaga stabilitas komunikasi. Interferensi elektromagnetik dapat terjadi terus-menerus atau terputus-putus, tergantung pada desain dan skenario aplikasi peralatan pengacau.
Selain itu, umpan elektronik juga merupakan cara "soft kill" yang penting terhadap drone, yaitu mengirimkan sinyal palsu atau tautan navigasi untuk menyerang drone, sehingga dapat menyesatkan atau mengendalikan drone yang datang. Makalah ini akan memperkenalkan prinsip pengacauan UAV dan sistem pengacauan elektromagnetik.

 

3. Mekanisme pengacauan GPS
GPS (Global Positioning System) merupakan teknologi utama yang digunakan oleh pesawat nirawak untuk penentuan posisi dan navigasi. Mekanisme pengacauan GPS mentransmisikan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi yang mirip dengan sinyal GPS, sehingga sinyal GPS yang diterima oleh UAV terganggu atau terhalang, yang mengakibatkan penurunan akurasi penentuan posisi UAV atau hilangnya kemampuan penentuan posisi secara total. Perangkat pengacauan GPS dapat menargetkan pita frekuensi tertentu atau mencakup rentang pita frekuensi yang lebih luas.

 

4. Teknologi pelindung sinyal
Teknologi pelindung sinyal adalah jenis teknologi yang memblokir atau melemahkan perambatan gelombang elektromagnetik melalui cara fisik. Dalam interferensi UAV, teknologi pelindung sinyal terutama digunakan untuk melindungi sinyal kontrol atau sinyal komunikasi UAV agar tidak dapat diterima atau ditransmisikan secara normal. Metode pelindung sinyal yang umum meliputi bahan pelindung logam, pemblokir sinyal, dll.

 

5. Metode interferensi optik
Metode pengacauan optik diterapkan dengan memengaruhi sistem penglihatan atau sensor optik UAV. Metode semacam ini terutama menggunakan sumber cahaya yang kuat, laser, dan peralatan lain untuk mengganggu sistem pengenalan visual UAV, sehingga tidak dapat mengidentifikasi target atau lingkungan secara normal. Metode pengacauan optik sangat efektif dalam skenario tertentu, seperti pada malam hari atau dalam kondisi cahaya redup.

 

6. Komposisi sistem interferensi elektromagnetik
Sistem interferensi elektromagnetik biasanya terdiri dari sumber interferensi, antena pemancar, sistem kontrol, dan sebagainya. Sumber interferensi bertanggung jawab untuk menghasilkan gelombang elektromagnetik dengan pita frekuensi dan daya tertentu. Antena pemancar bertanggung jawab untuk memancarkan gelombang elektromagnetik ke area target; Sistem kontrol bertanggung jawab untuk mengendalikan kondisi kerja sumber interferensi dan menyesuaikan parameternya. Seluruh sistem perlu dirancang dan dioptimalkan secara tepat untuk memastikan efek interferensi yang maksimal.
Saat ini, pengendalian UAV sebagian besar menggunakan teknologi komunikasi radio, dengan mengirimkan sinyal interferensi daya tinggi ke UAV target, sinyal kontrol ditekan, dan UAV dapat dipaksa mendarat atau kembali dengan sendirinya.

 

7. Prinsip kerja sistem interferensi elektromagnetik
Prinsip kerja sistem interferensi elektromagnetik adalah mengatur parameter kerja sumber interferensi melalui sistem kontrol untuk menghasilkan gelombang elektromagnetik yang menargetkan pita frekuensi komunikasi atau kontrol UAV. Gelombang elektromagnetik ini memancar ke area target melalui antena pemancar dan berinteraksi dengan peralatan penerima UAV, sehingga UAV tidak dapat menerima atau memproses sinyal perintah dengan benar. Pada saat yang sama, melalui kombinasi teknologi pelindung sinyal dan metode pengacauan optik, efek pengacauan dapat lebih ditingkatkan.

 

Singkatnya, prinsip pengacauan UAV dan sistem pengacauan elektromagnetik merupakan sistem kompleks yang melibatkan pengetahuan di banyak bidang. Dengan kemajuan teknologi yang berkelanjutan dan perluasan skenario aplikasi, teknologi pengacauan UAV akan terus berkembang dan meningkat, menyediakan sarana teknis yang lebih efektif untuk manajemen keamanan UAV dan perlindungan privasi.

Send Inquiry